Bisnis Gajah Untung Besar

Pulung Agung Integrated Farming

Beranda

                                               

 

                                        

                               Negara / orang lain sudah Panen kenapa kita masih berpangku tangan ???                    

Program Investasi GAJAH ( Gaharu & Jabon hijau  )

Pulung Agung Integrated Farming

Magelang , Jawa Tengah

OLEH: Moh Dahlan

***

Modal  75 Juta – 120 Juta Rupiah

Potensi Hasil 1 Milyar –  3 Milyar dalam masa 6 tahun

 

Bonus Tanah 1.000 m2 - 3000m2 atas nama Pemodal

***************

dibuka juga Kerjasama

Modal 1 Juta  Potensi Hasil 10 juta - 30 Juta lebih


 ==============================================================================

Tentang Gaharu 

Gaharu, Kayu hutan yang dikenal sebagai kayu yang paling berharga di dunia. Gaharu atau Aquilaria atau Agarwood adalah bagian dari keluarga Thymelaeaceae dan merupakan tumbuhan asli yang berasal dari Asia Tenggara. Gaharu tumbuh di hutan tropis Indonesia, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, India Utara, Filipina, Kalimantan, Papua dan New Guinea. Pokok-pokok Gaharu dewasa tumbuh antara 6 meter sampai 20 meter. Gaharu ini dikenal sebagai penghasil utama dari resin atau getah kayu Gaharu.  Jenis yang terbanyak dari Indonesia adalah dari jenis Aquilaria malaccensis; sekaligus juga wanginya yang khas dari jenis malaccensis ini sangat digemari di negara-negara Timur Tengah.  

 

Berkurangnya pohon-pohon yang tumbuh secara alami karena penebangan yang membabi-buta dari para pemburu Gaharu untuk mengambil gubal dan getah Gaharu ini telah membuat pohon Gaharu ini menjadi terdaftar dalam Apendix II IUCN (International Union for Conservation of Nature) dan dinyatakan sebagai spesies yang vulnerable atau terancam punah, oleh karenanya harus dilindungi. Praktek perburuan Gaharu ini dan sekarang juga sudah dinyatakan tidak syah dan melakukannya akan menjadi praktek yang ilegal. Kegiatan yang sedang berjalan saat ini di beberapa negara di Asia Tenggara adalah usaha-usaha untuk membudidayakan Gaharu, di mana hasil getahnya diproduksi dengan cara melakukan proses inokulasi jamur/bakteri terhadap pohon Gaharu ini sehingga terjadi infeksi secara artificial yang bisa merangsang pohon untuk menghasilkan getah Gaharu yang bisa dipanen secara berkelanjutan tanpa mengurangi populasi Gaharu alam di hutan-hutan. 

 

Pohon Gaharu dari tanaman budidaya ini akan memerlukan proses inokulasi jamur atau bakteri sebelum bisa memproduksi resin atau getah yang terperangkap di dalam batang pohonnya. Getah atau gubal Gaharu ini memiliki aroma wangi yang mempunyai nilai jual yang tinggi di pasar international.  Untuk pohon-pohon Gaharu, proses mengeluarkan getah ini adalah mekanisme pertahanan mereka untuk hidup, tapi bagi  penanam Gaharu tujuan mereka adalah agar pohon Gaharu bisa menghasilkan resin berharga yang justru merupakan produk utama dari hasil kerja mereka.  Infeksi bakteri atau jamur ini sangat penting agar pohon bisa memproduksi resin atau getah Gaharu yang diharapkan, tanpa inokulasi ini, tidak akan ada getah atau resin yang diproduksi dan akibatnya juga tidak akan ada nilai ekonomis dapat diharapkan dari usaha budidaya Gaharu seperti itu. 

Pasar Gaharu tradisional mencari dan membeli resin yaitu gubal yang terjebak dalam batang pohon Gaharu, Gubal atau resin atau chip ini sangat dicari untuk dipakai sebagai dupa di negara-negara Timur Tengah; Gaharu di negara-negara ini dikenal dengan sebutan “Ouds” dan secara tradisional digunakan untuk menghasilkan wewangian aromatik ruangan untuk menyambut tamu atau aromaterapi dan relaksasi. Gaharu juga menghasilkan minyak atsiri yang berharga untuk bahan dasar parfum, aromaterapi, obat-obatan, artefak religi dan alat bantu doa bagi umat Buddha dan Hindu. 

 

 

 

 Sebaliknya usaha menanam Gaharu untuk dipanen hasilnya adalah cara terbaik dan berkelanjutan yang disatu pihak memungkinkan kita untuk memenuhi permintaan pasar dunia yang terus meningkat untuk obat-obatan, parfum, seni-kerajinan dan turunan lainnya, di lain pihak kita tak perlu merusak hutan dan menghabiskan tumbuhan Gaharu di dalamnya. Penanaman ini juga akan membantu melindungi populasi Gaharu liar di hutan alam. Dengan demikian Gaharu hasil budi-daya akan memperoleh insentif ekonomi yang tinggi untuk menghasilkan Gaharu kualitas terbaik di dalam memenuhi tuntutan pasar tersebut.  

 

Studi Pasar  

Gaharu Negara-negara Timur Tengah masih menunjukkan permintaan yang tertinggi dengan rata-rata sekitar US $ 3,3 miliar setiap tahun, sementara Asia Timur dan Asia Selatan pasar di Negara-negara ini juga meningkat, pada saat yang sama mereka juga meningkatkan produk Gaharu mereka terus setiap tahun. Berikut adalah beberapa ilustrasi mengenai seberapa besar dan nilainya pasar Gaharu di seluruh dunia.  

 

Pasar Konsumen Gaharu 

Pasar konsumen untuk Gaharu berkembang dengan baik di Timur Tengah dan Asia Timur Laut di mana Gaharu telah digunakan selama lebih dari seribu tahun. Taiwan, Singapura, Hong Kong dan Bangkok adalah pusat-pusat pedagangan utama Gaharu sementara Thailand, Indonesia, Vietnam dan Malaysia adalah produsen utamanya. Meningkatnya kelangkaan akan Gaharu hutan yang ilegal kini membuat Gaharu budidaya banyak dicari orang untuk memenuhi permintaan pasar global.  

Permintaan Pasar Taiwan

Taiwan telah lama menjadi pedagang besar di Gaharu untuk digunakan baik sebagai obat maupun untuk artefak budaya dan keagamaan,  misalnya untuk patung dan tasbih. Menurut catatan resmi, 6,843 ton Gaharu diproses didatangkan ke Taiwan dalam sepuluh tahun hingga 2003.  Harga Gaharu untuk bahan obat bervariasi antara US $ 3,000 sampai US $ 30,000 per kilogram dan minyak olahan antara US $ 7,000 untuk US $ 61,000 liter. Besar potongan kualitas yang baik yang cocok untuk patung hias dapat laku hingga US $ 100,000 per kilogram.  

Permintaan  Pasar Jepang

Di Osaka, Jepang, toko yang dikenal sebagai Jinkoh-ya (harfiahnya, " Toko Gaharu ") telah berdagang produk Gaharu selama lebih dari 350 tahun. Selama periode 1991-1998, menurut angka resmi Bea Cukai, 277,396 kilogram Gaharu mentah diexport ke Jepang, atau rata-rata lebih dari 34 ton per tahun. Sebuah survei 2004 Harga kayu Gaharu batangan dibandrol dengan harga mulai dari US $ 320 hingga US $ 22,700 per kilogram dengan nilai penjualan tertinggi sebesar antara US $ 9,000 sampai US $ 272,000 per kilogram.  

Permintaan Pasar Timur Tengah 

Permintaan produk Gaharu untuk pasar Timur Tengah secara signifikan melebihi dari permintaan Asia Timur. Salah satu pedagang ritel terkenal Arab Saudi yang mengkhususkan diri dalam penjualan oud (produk Gaharu) memiliki lebih dari 550 gerai ritel di 17 negara dengan lebih dari 600,000 pelanggan dan merupakan salah satu pengecer terbesar di dunia parfum di pasar senilai US $ 3,3 miliar per tahun. Perusahaan ini mengimpor 45 Ton Gaharu per tahunnya diproses untuk memproduksi 400 wewangian bermacam-macam dengan oud atau Gaharu sebagai bahan dasar. Usaha ini memiliki kapasitas produksi 30 juta botol parfum dalam setahunnya.   

 

Sumber:  

TRAFFIC: Trade Records and Analysis of Flora and Fauna In Commerce,

IUCN: International Union for Conservation of Nature,

CITES: Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora,

IEST: Institute of Environmental Sciences and Technology

 

 

 

 

 

Program Investasi Gaharu & Jabon Hasilkan Keuntungan Tinggi 

 

 

Mananam Gaharu Secara Produktif  

Gaharu tumbuh secara alami mulai di dasar hutan di bawah naungan pohon besar sampai menemukan cara untuk mencapai sinar matahari. Dalam menanam Gaharu, awalnya pada waktu bibit masih kecil, kita perlu memberikan naungan dari pohon-pohon lebih besar untuk membantu mereka bertahan hidup. Tanaman Gaharu muda akan membutuhkan naungan dari pohon lebih besar atau pelindung buatan untuk melindungi tanaman Gaharu muda dari terik panas matahari. Untuk tujuan ini kami telah mempelajari dan memilih Jabon atau Cadamba (Antocephalus cadamba) yang tumbuh cepat untuk memberi naungan alami untuk pokok Gaharu yang masih muda. 

 

Kami berencana untuk menanam Gaharu produktif bawah naungan Jabon. 

 

 Jabon yang Bongsor Sebagai Naungan untuk Gaharu Jabon adalah nama Indonesia untuk Antocephalus cadamba; Jabon adalah tanaman yang sangat cepat tumbuhnya, kayunya kwalitas lunak sedang dan mampu menghasilkan 1,5 M3 kayu per pohon dalam lima tahun. Kayu jabon sangat baik untuk membuat kayu lapis, pulp, biomassa, dan mebel ringan. 

 

Jabon dan Gaharu dapat tumbuh berdampingan dalam tumpangsari baik sekali di lahan non irigasi di magelang  yang umumnya memiliki tingkat curah hujan antara 1.500 mm sampai 3.000 mm per tahun. 

 

Kayu jabon dibandrol harga yang bagus oleh industri kayu lapis dan pulp. Untuk pasar sekarang, Jabon bisa laku sekitar $ 165 per meter kubik atau sekitar $ 250 per pohon. Kayu jabon juga baik untuk membuat mebel ringan. Kami menganggap Jabon adalah pilihan terbaik untuk memberikan naungan yang teduh untuk Gaharu dan pada saat bersamaan menghasilkan kayu bernilai sedang dan yang tumbuhnya cepat besar.  

 

Panen Jabon untuk Membantu Biaya Inokulasi Jamur untuk Gaharu

 

Panen kayu jabon juga akan bisa membantu membayar biaya inokulasi Jamur pada Tahun ke-5 dari masa pertumbuhan Gaharu.  Kami menilai saat ini tepat untuk membuat Gaharu kita untuk mulai menghasilkan produk getah (resin) berharga yang harum ini. Kami sudah memperhitungkan biaya untuk inokulasi Gaharu jamur dengan uang yang kita akan peroleh dari panen Jabon, jadi kita tak perlu dipusingkan dengan proses dan biaya yang mahal ini. 

 

Peluang Investasi Biaya Rendah yang Sangat Menguntungkan

 

Peluang pasar yang disajikan di atas memicu kepiawaian   untuk memanfaatkan lahan yang tersedia di daerah magelang yang subur.   lokasi tanah Magelang cocok untuk Program Investasi Gaharu – Jabon ini. Kami menawarkan untuk investor individu kesempatan berikut ini. Langkah-langkah proses dan proyeksi  perhitungannya adalah: 

 

1.Investor menyetor  Dana Sebesar 75 Juta – 120 Juta .

2.Investor Mendapat tanah Seluas  kurang lebih 1000 M2 – 3000 M2

3.Kami akan menanam kurang lebih 80 bibit Jabon kualitas terbaik cepat tumbuh di pada lahan tanah tersebut. Kami juga akan melakukan pemeliharaan yang diperlukan dan melindungi pohon yang sudah ditanam sehingga tumbuh dengan aman dan produktif. Target kami pada tahun pertama petumbuhan Jabon mencapai 3-4 meter dan canopy atau ranting bisa saling bertemu sehingga siap menjadi pelindung untuk Gaharu.

4.Pada Saat yang bersamaan akan menanam kurang lebih 100  bibit Gaharu kualitas tinggi dari varietas Aquilaria malaccensis, asalan Indonesia dan cocok untuk iklim Indonesia. Penanaman bibit Gaharu dilakukan sebagai multi-cropping untuk tanaman Jabon yang sudah ditanam  lebih awal. Gaharu akan membutuhkan naungan dari pohon-pohon Jabon yang sudah tumbuh tinggi. Kami juga akan melakukan pemeliharaan pertanian diperlukan dan melindungi tanaman Gaharu dan Jabon kita yang berharga sehingga mereka tumbuh dengan aman dan produktif.

5.Kontrak kesepakatan kerjasama dan sertifikasi tanah akan ditandatangani dan disaksikan oleh Notaris. Ini akan menjadi dokumen hukum yang mengikat bagi semua pihak yang terlibat.

6.Kita akan panen pohon-pohon Jabon yang berumur 4 tahun 4 pada tahun 2016. Kami proyeksikan menjual pohon jabon kami minimal Rp 1.000.000 per pohon. Kami harap akan menghasilkan Rp 80.000.000 untuk 80 pohon jabon Kami akan sisihkan dana sebesar Rp 350.000 untuk setiap pohon Jabon untuk pembiayaan inokulasi bakteri atau jamur pohon-pohon Gaharu . Sebagian hasil dari panen ini akan kita gunakan untuk memasang pagar BRC untuk meningkatkan keamanan kebun, karena mulai tahun ke 5 kita akan memulai proses inokulasi Gaharu yang membuat Gaharu yang biasa menjadi Gaharu sangat berharga. Sisa hasil penjualan jabon di kurang biaya inokulasi gaharu+ pagar pengaman dibagikan 30% untuk kami dan 70% untuk investor.

7.Kita berasumsi di Tahun 7, tiga tahun setelah infeksi jamur kami mulai bisa menjual Gaharu yang sudah diinokulasikan untuk setidaknya dengan harga jual sebesar Rp 25.000.000 per pohon. Pohon-pohon besar yang sudah diinokulasikan dengan jamur Untuk 100 pohon Gaharu kami bisa proyeksikan mengumpulkan sekitar Rp 2,5 Milyar  untuk dibagi antara investor dan operator. 

8.Perhitungan total kami bahwa Gaharu dan Jabon akan membawa sekitar 3,3 miliar rupiah  dari kedua jenis pohon kayu ini yaitu Jabon dan Gaharu pada tahun 2018. Pembagian total dari pendapatan setelah dikurangi biaya panen,pengolahan,biaya pemasaran,pajak antara investor dan operator akan berkisar masing-masing 2,3 milyar Rupiah.  Sehingga investor menerima 1,6 milyar dan kami menerima 700 juta.

 

Rincian proyeksi diatas adalah untuk per 1000m2 kebun gaharu+jabon.

Investor bisa perseorangan,badan usaha maupun kelompok

Semua perhitungan di atas ini adalah proyeksi perhitungan dengan mengacu pada analisa usaha budidaya gaharu yang telah di jalankan oleh anggota ASGARIN. 

 

Manajemen Proyek  

Pengelolaan Proyek Gaharu dipimpin oleh Moh Dahlan., selaku pengelola  . Kami memiliki akses pengadaan bibit dan inokulan dari peneliti Gaharu Indonesia,  akses pasar dalam dan luar negeri. Pengalaman bertani sejak puluhan tahun lalu.  

 

 Pulungagung Integrated Farming 

Derepan 02/06 SalamKanci Bandongan Magelang

Jateng 56151 

Email: pulungagung@yahoo.com   

 Mobile: +62 877 3420 7323

 

 

 

 

 

 

Perhitungan Invetasi Gaharu (NPV,IRR)

Biaya yang digunakan sbb :

No Uraian
1 Harga bibit 125 x 7,500 = 937,500
2 Biaya angkut + Lobang + tanam 125 x 5,000 = 625,000
3 Pupuk Kandang 100 x 3,000 = 300,000
4 Atap Pelindung (Karung Bekas) 100 x 2,000 = 200,000
5 Pemeliharaan Tahun I 100 x 2,000 = 200,000
6 Pemeliharaan Tahun II-XI + Pupuk 100 x 30,000 = 3,000,000
 Total Biaya Pemilik Tanah Rp 5,262,500

7 Inokulan 100 x 1,000,000 = 100,000,000 Th ke 6
8 Biaya Penyuntikan 100 x 250,000 = 25,000,000
9 Biaya Panen 100 x 1,500,000 = 150,000,000
Tahun ke 9 / 10
Total Biaya
280,262,500
Biaya Investor Nanda Agrobiz 275,000,000
Pendapatan 100 pohon gaharu :

No Grade Jumlah Kg Harga (Rp) Total Pendapatan (Rp)
1 Super 150 x 10,000,000 = 1,500,000,000
2 Super Tanggung 200 x5,000,000 = 1,000,000,000
3 AB 250x 2,000,000 =500,000,000
4 BC 300 x1,500,000 =450,000,000
5 TA 400 x250,000 =100,000,000
6 Kacang A 625 x500,000 =312,500,000
7 Kacang B 650 x100,000= 65,000,000
8 Teri Tenggelam 700 x1,000,000 =700,000,000
9 Teri A 800 x200,000 =160,000,000
10 Teri B 825 x150,000 =123,750,000
11 Teri C 835 x10,000 =8,350,000
12 Kemedang Sabah T 900 x1,000,000= 900,000,000
13 Kemedang Sabah B 950 x100,000 =95,000,000
14 TGC 1,000 x40,000 =40,000,000
15 Medang A 1,050 x50,000= 52,500,000
16 Medang B 1,150 x20,000 =23,000,000
17 Abuk Super 1,350 x25,000 =33,750,000
18 Abuk Medang 1,400x10,000 14,000,000
19 Abuk Kerokan 1,450 x 5,000 =7,250,000
Sumber data Asgarin dan Uji Coba di PT Nusa Ama Kabaresi
Pendapatan : Rp 6,085,100,000
Biaya Produksi = (-) Rp 280,262,500
Keuntungan Rp 5,804,837,500
Berdasarkan perhitungan : NPV = Rp 1.688.921.228.- df 10% , 11 tahun)
IRR = 85,55% dibanding bunga deposito saat ini : 14% maka ada selisih keuntungan = 71,55%.
 

      Kami (Moh Dahlan ) bersama Bpk. Adi Saptono Ketua assosiasi petani Gaharu Bangka Belitung (ASPEGINDO BABEL) dan Bersama Bp. Jonner Situmorang Msi, Peneliti Gaharu Indonesia, Bogor 

                                         

                                             Penanaman Gaharu yg Telah Kami Lakukan                             

 

                                                        Kliping Koran jawa pos maret 2011

 

 

Dibuka: Investasi Gajah  (Gaharu&Jabon)  Modal Kecil .

Cukup dengan Modal 1 Juta Rupiah Potensi Hasil diatas 30 Juta Rupiah.


Info lengkap Draft Kerjasama  

Hubungi : moh dahlan - 0877 3420 7323